Liputan6.com, Jakarta AC Milan tengah menghadapi masalah serius dalam hal eksekusi penalti di musim Serie A 2024/2025. Dari sembilan kesempatan yang didapatkan, hanya lima penalti yang berhasil dikonversi menjadi gol. Artinya, tingkat keberhasilan tim Rossoneri dalam menjebol gawang lawan lewat titik putih hanya mencapai 44.44 persen, sebuah angka yang mengkhawatirkan bagi ambisi mereka di liga.
Kegagalan terbaru terjadi pada laga melawan Napoli. Santiago Gimenez, yang ditunjuk sebagai algojo, gagal mencetak gol dari titik penalti. Akibatnya Milan harus menelan kekalahan 1-2 dari tuan rumah Napoli, Senin (31/3/2025) dini hari WIB.
Kegagalan ini menambah deretan catatan buruk Milan dalam hal penalti musim ini. Meskipun Christian Pulisic menunjukkan performa lebih baik dengan empat gol dari lima kesempatan, konsistensi para penendang lainnya masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pelatih.
Situasi ini tentu menjadi sorotan dan perhatian serius bagi AC Milan. Penalti, sebagai peluang emas untuk mencetak gol, menjadi sangat krusial dalam menentukan hasil pertandingan, terutama di kompetisi ketat seperti Serie A. Kegagalan konsisten dalam mengeksekusi penalti berpotensi menjadi faktor penentu bagi posisi akhir Milan di klasemen.
Masalah Penalti AC Milan
Di musim 2024/2025, Pulisic mampu mengeksekusi empat dari lima hadiah penalti untuk Milan. Algojo lainnya adalah Tammy Abraham yang memasukkan satu kali dari dua kesempatan.
Sedangkan Theo Hernandez dan Gimenez sama-sama sudah gagal sekali mengeksekusi penalti musim ini.
Terjadi kebingungan saat Milan kalah dari Napoli. Awalnya Pulisic yang seharusnya menjadi algojo. Tapi pria Amerika itu menyerahkan kepada Gimenez menjadi algojo yang berujung pada kegagalan karena bisa dibaca kiper Napoli Alex Meret.
Pulisic Paling Sering Jadi Algojo AC Milan
Di tengah catatan buruk ini, Christian Pulisic menjadi satu-satunya titik terang. Keberhasilannya mencetak empat dari lima penalti yang dieksekusinya menunjukkan konsistensi dan kemampuannya dalam menghadapi tekanan. Namun, keberhasilan Pulisic saja tidak cukup untuk menyelamatkan AC Milan dari rekor penalti yang buruk.
Ke depan, AC Milan perlu segera mencari solusi untuk mengatasi masalah ini. Latihan khusus penalti, evaluasi mental pemain, dan mungkin perubahan strategi dalam penentuan algojo penalti perlu dipertimbangkan. Jika masalah ini tidak segera diatasi, rekor penalti buruk ini bisa menjadi batu sandungan bagi ambisi AC Milan di Serie A 2024/2025.
Kegagalan dalam mengeksekusi penalti bukan hanya sekadar kehilangan peluang mencetak gol, tetapi juga bisa berdampak pada mentalitas tim. Kehilangan poin akibat penalti yang gagal bisa berakumulasi dan berujung pada penyesalan di akhir musim. Oleh karena itu, perbaikan dalam hal eksekusi penalti menjadi prioritas utama bagi AC Milan.