Kemacetan arus balik juga terjadi di Sumatera, tepatnya di Desa Sirih Sekapur, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi. Kemacetan ini disebabkan oleh antrean kendaraan untuk melewati jembatan darurat bailey di lokasi tersebut, sekitar pukul 18.00 WIB tadi.
Seorang pemudik yang tengah dalam perjalanan kembali ke Jakarta menyebut, kemacetan bahkan terjadi hingga 3 kilometer.
"Kemacetan arus balik sepanjang 3 km. Sudah ada 2 petugas kepolisian berjaga dari jarak 400 meter sebelum jembatan. Ada warga yang berjaga di sekitar jembatan sambil meminta sumbangan. Panjang antrean kendaraan mencapai 3 km dari sekitar Pasar Sungai Rumbai," kata seorang pemudik, Anton William, kepada kumparan, Sabtu (6/4).
Antrean tersebut disebabkan karena jembatan tak cukup dilewati untuk 2 lajur mobil. Sehingga, mobil dari arah berlawanan harus bergantian.
"Kendaraan masuk bergantian, ini jadi titik rawan kemacetan rute mudik Sumatera di tahun ini. Tahun lalu aman," kata Anton.
Saat mudik, Anton bisa melewati jembatan ini dengan leluasa. Ia tak terjebak macet.
"Aku sampai di lokasi (Desa Sirih Sekapur) pas subuh, terus traffic mudik sudah tersebar ke beberapa hari karena ada WFH. Kalau arus balik ini arusnya lebih parah, karena traffic mengalir serentak di weekend ini," ucap Anton.
Setelah Anton melintas, ia mengecek ulang rute tersebut via google maps. Dari pantauan aplikasi itu, kemacetan nampak berkurang.
"Kalau aku cek di gmaps per tengah malam ini antrean sudah memendek jadi 500m. Mungkin karena arus kendaraan sudah berkurang," ucap Anton.
Jembatan ini merupakan titik penting, karena menghubungkan jalan nasional dari Sumatera Barat dan Jambi. Jembatan darurat baru dibangun pada 6 Maret 2025, sebab jembatan sebelumnya ambles sehari sebelumnya.