Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (Demul), menjelaskan duduk perkara penyegelan sejumlah tempat wisata di Kabupaten Bandung Barat. Salah satunya adalah Eiger Camp yang baru-baru ini ramai diperbincangkan.
Eiger Camp sendiri sudah mengantongi surat perizinan, namun tak luput dari penyegelan yang dilakukan Demul beberapa waktu belakangan.
Untuk itu, Demul bakal mengevaluasi serta menghitung kerugian negara akibat pembangunan di kawasan lereng gunung Tangkuban Perahu tersebut.
"Gini, saya nanti hari Senin berkirim surat ke IPB untuk meminta pakar IPB menghitung problem kerugian negara, yang ditimbulkan karena alih fungsi lahan. Baik aspek keuangan maupun lingkungan," ucap Demul, usai menghadiri open house di kediaman Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Rabu (2/4).
Tak hanya Eiger Camp, Demul juga bakal tegas dengan tempat wisata lain yang menurutnya perlu ditutup.
"Semua di Jawa Barat. Kan ini bukan hanya Eiger ya, berbagai bangunan dan tambang liar. Tambang liar di Jawa Barat kan lebih dari 200 tambang," kata Demul.
Demul tegas dengan keputusan ini. Bahkan, ia menutup kemungkinan bicara dengan para pengusaha tempat yang disegel itu, untuk menghindari asumsi telah ada lobi-lobi.
"Saya tidak akan dulu bicara sebelum ada pendapat pakar. Kan, saya tidak boleh ngarang. Jadi kalau nanti saya bicara, biarkan nanti pengusahanya diundang mengikuti paparan yang disampaikan oleh pakar," ucap Demul.
Sebelumnya, pada Minggu (31/3) Demul menyebut ia menyegel tempat tersebut karena melihat potensi kerawanan bencana.
"Saya pun kemarin sidak ke lapangan, kalau menurut saya, itu kan posisinya paling tinggi ya, kebun teh yang paling ujung dan (ada) bangunan beton gitu loh, artinya ada potensi kerawanan bencana," katanya dikutip dari Antara.
Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan dari pihak Eiger Camp.