Opini: Bagaimana AI Mengubah Peran Pengembang Menjadi Pembuat Perangkat Lunak?

5 days ago 2
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Liputan6.com, Jakarta - Saya adalah saksi dari hampir setiap fase evolusi AI yang terjadi selama dua dekade terakhir – dari algoritma genetik hingga jaringan saraf, dan dari pembelajaran mendalam (deep learning) hingga AI prediktif dan AI generatif.

Namun, tak sekalipun saya berpikir apalagi yakin kecerdasan buatan (AI) akan membuat semua pekerjaan menjadi tak relevan dan usang, termasuk pekerjaan pengembang (developer) perangkat lunak.

Ini adalah perspektif dari seseorang telah memperkenalkan berbagai layanan dan pengalaman berbasis AI kepada dunia. Namun, itu juga pertanyaan baru-baru diajukan oleh mahasiswa ilmu komputer yang saya ajar: ‘Akankah alat-alat AI membuat keberadaan manusia jadi tak relevan?’ 

Jadi, apa jawaban saya? ‘Seseorang yang menggunakan AI untuk menghasilkan lukisan tidak serta merta dapat dianggap seniman, kecuali mereka memiliki keterampilan untuk membuat seni tanpa AI.’

Hal sama berlaku untuk pengembangan perangkat lunak. Peran developer tidak menghilang, tapi berkembang, menyesuaikan dengan perubahan.

Developer menerima dan menerapkan AI akan mampu mengoptimalkan desain, pemikiran sistem, arsitektur, dan pengalaman pengguna dengan cara yang tidak akan pernah dapat dilakukan oleh suatu sistem otomatisasi.

Dus, AI tidak akan menggantikan peran developer, melainkan mendefinisikan ulang siapa itu developer dan apa yang dilakukannya.

Sebelum kita mengulas lebih lanjut mengenai evolusi ini, terlebih dahulu kita perlu memahami definisi builder atau pencipta – sebuah konsep yang merupakan inti dari Twilio.

Di Twilio, kami mendefinisikan builder sebagai kreator. Siapa mereka? Bisa berupa developer atau desainer perangkat lunak, atau individu yang tidak memiliki latar belakang teknis. Amat penting bagi kami untuk memahami kebutuhan builder, sebab kebutuhan mereka begitu dinamis.

Untuk lebih jelasnya, simak penggambaran ini. Developer hanya menghabiskan sekitar dua jam sehari untuk menulis kode, dan sisa waktu mereka dihabiskan untuk rapat atau menunggu perangkat lunak yang mereka tulis kodenya itu dibuat.

Bagi developer, produktivitas adalah prioritas utama. Itu sebabnya, mereka menginginkan alat yang dapat membantu mereka memaksimalkan waktu yang terbatas itu untuk menulis kode.

Di sisi lain, builder tanpa latar belakang teknis memiliki kebutuhan yang tampak sama, tapi sesungguhnya berbeda. Mereka mungkin bukan ahlinya menulis kode pemrograman, tetapi mereka ingin dapat bisa membuat software atau aplikasi sendiri.

Bagi mereka, solusi seperti platform tanpa kode atau minim kode (no-code/low-code), asisten AI, dan pengalaman builder yang intuitif adalah kunci untuk mengoptimalkan potensi mereka dan menyelesaikan pekerjaan secara efisien.

Di masa depan, AI tidak akan menggantikan peran manusia – baik developer maupun builder nonteknis – dalam pembuatan aplikasi. Justru, teknologi AI memungkinkan mereka untuk melakukan lebih banyak hal dengan lebih cepat dan dengan dampak lebih signifikan.

Promosi 1

AI: Pengganda Kekuatan dalam Pengembangan Perangkat Lunak

Layaknya bahasa pengkodean baru, AI terbukti merupakan pengganda kekuatan, bala bantuan yang tangguh bagi developer. Dahulu, bahasa pemrograman seperti C pernah menjadi landasan pengembangan perangkat lunak.

Ketika evolusi bahasa pemrograman melahirkan Python, Ruby, dan Java, banyak yang memprediksikan bahwa jumlah developer yang diperlukan akan lebih sedikit, karena bahasa-bahasa baru itu mampu menyederhanakan kompleksitas secara signifikan.

Nyatanya, prediksi ini tidak pernah terwujud. Bidang pekerjaan ini tidak menyusut; sebaliknya, peran developer berkembang di mana keterampilan pemecahan masalah yang lebih kreatif jadi salah satu aspeknya.

Seperti itulah evolusi AI yang terjadi saat ini. Meskipun AI dapat mengotomatiskan tugas pengkodean rutin, AI tidak dapat menggantikan kreativitas dan pemikiran sistem tingkat tinggi yang dikontribusikan oleh para developer terampil.

Lebih lanjut, builder sejati bukan hanya generator kode – mereka adalah kreator, arsitek, dan ahli strategi dengan kemampuan yang sama baiknya dalam menavigasi ambiguitas dan dalam memengaruhi perubahan strategis dalam suatu organisasi. Para builder ini menggunakan pendekatan lintas bidang ilmu untuk merancang, membangun, dan mengelola sistem yang kompleks.

Fokus Bergeser: Dari Pengkodean ke Desain dan Arsitektur Sistem

Dalam konteks ini, AI menetapkan ulang peran developer, mengalihkan fokus mereka dari semata-mata menulis kode menuju proses desain sistem dan pemikiran tentang arsitektur sistem.

Nyatanya, dalam sistem berskala besar, bagaimana komponen dan subsistem berinteraksi seringkali lebih penting untuk memastikan efektivitas sistem ketimbang baris-baris kode.

Twilio telah mengamati pergeseran ini secara langsung dalam teknologi komunikasi. Sejak beberapa tahun yang lampau, kami telah fokus pada penyediaan antarmuka pemrograman aplikasi (API) fleksibel guna mengatasi kompleksitas komunikasi terkait kepatuhan pada peraturan dan persyaratan keamanan serta kesulitan implementasi secara konsisten di seluruh saluran komunikasi yang ada.

Developer menghargai fleksibilitas itu, tetapi di sisi lain mereka dituntut untuk mengutamakan produktivitas karena waktu mereka menjadi lebih terbatas.

Mereka mulai meminta kami untuk memangkas lebih banyak kompleksitas, dan di sinilah kami hari ini, dengan visi mengembangkan Twilio menjadi platform yang tepercaya, sederhana, dan cerdas.

Peran Penting Kepercayaan, Kesederhanaan, dan Kecerdasan

Mengapa kepercayaan, kesederhanaan, dan kecerdasan penting dalam desain dan produktivitas sistem?

  • Kepercayaan – Builder perlu yakin bahwa platform tempat mereka membangun aplikasi tersebut dapat diandalkan, aman, dan tangguh, sehingga mereka dapat fokus pada inovasi tanpa perlu mengkhawatirkan kegagalan.
  • Sederhana – Produktivitas adalah prioritas utama bagi developer. Sistem terbaik bagi mereka adalah yang mampu menghilangkan gesekan, mempersingkat waktu produksi, dan memangkas kompleksitas, sehingga aplikasi dapat dibuat dan disesuaikan skalanya dengan lebih mudah.
  • Cerdas – Pemanfaatan AI dan data kontekstual secara nyata mengurangi waktu kerja, meningkatkan pengalaman, dan mengotomatiskan berbagai hal yang kompleks, sehingga developer dapat bergerak lebih cepat dan menciptakan solusi yang lebih intuitif dan berdampak.

Ketiga poin di atas adalah esensi dari pemikiran sistem: beralih dari berbagai alat dan solusi yang terpisah-pisah menuju platform yang kohesif dan terhubung, di mana builder dapat berinovasi dengan lebih cepat untuk menghasilkan dampak yang lebih besar.

AI dapat meningkatkan produktivitas, tetapi inti dari pengembangan perangkat lunak, yang mencakup aspek-aspek desain, arsitektur, dan pengalaman pengguna, tetap ada pada manusia.

Read Entire Article