Liputan6.com, Jakarta Robert Downey Jr. telah menjadi salah satu nama paling ikonik dalam dunia perfilman, terutama berkat perannya sebagai Tony Stark, alias Iron Man, dalam Marvel Cinematic Universe (MCU). Debutnya dimulai pada tahun 2008 dengan film Iron Man, yang bukan hanya meluncurkan karirnya ke tingkat yang lebih tinggi, tetapi juga membentuk dasar bagi seluruh waralaba MCU.
Selama lebih dari satu dekade, Robert Downey Jr. menghidupkan karakter ini dalam sepuluh film, termasuk Avengers: Endgame pada tahun 2019, di mana ia mengorbankan dirinya demi menyelamatkan dunia.
Perjalanan Robert Downey Jr. di MCU bukan hanya sekadar tentang film dan box office. Karakter Tony Stark yang ia perankan menjadi simbol keberanian dan pengorbanan, serta menunjukkan bagaimana seorang pahlawan bisa muncul dari latar belakang yang kelam.
Peran ini tidak hanya memberikan dampak besar bagi kesuksesan film-film MCU, tetapi juga mengubah cara pandang kita terhadap film superhero secara keseluruhan.
Namun, perjalanan Downey Jr. di MCU tidak berhenti di Avengers: Endgame. Pada San Diego Comic-Con 2024, penggemar dikejutkan dengan pengumuman bahwa ia akan kembali ke MCU, kali ini sebagai Doctor Doom, salah satu villain paling ikonik Marvel.
Film Avengers: Doomsday dijadwalkan rilis pada Mei 2026, diikuti oleh Avengers: Secret Wars pada Mei 2027. Kembalinya Downey Jr. ini dianggap sebagai langkah strategis Marvel untuk menarik kembali perhatian penonton setelah beberapa film dalam The Multiverse Saga yang kurang sukses.
Trilogi Iron Man dan Puncak Karier
Trilogi Iron Man menjadi fondasi bagi MCU, di mana Downey Jr. berhasil membawa karakter Tony Stark menjadi salah satu pahlawan paling dicintai. Dalam Iron Man 2 dan Iron Man 3, ia menunjukkan perkembangan karakter yang signifikan, dari seorang miliarder egois menjadi sosok yang lebih bertanggung jawab dan peduli terhadap orang lain.
Setiap film dalam trilogi ini memperkuat posisi Downey Jr. sebagai bintang utama di MCU. Dalam The Avengers (2012), ia berkolaborasi dengan pahlawan-pahlawan lain, seperti Captain America dan Thor, menunjukkan dinamika tim yang menarik. Momen-momen ikonik seperti saat ia mengorbankan dirinya di Endgame menjadi salah satu puncak emosional bagi penggemar.
Kembalinya Robert Downey Jr. sebagai Doctor Doom
Pengumuman kembalinya Robert Downey Jr. sebagai Doctor Doom menimbulkan banyak pertanyaan di kalangan penggemar. Bagaimana para Avengers akan bereaksi terhadap villain yang memiliki kesamaan dengan pahlawan mereka?
Dengan konsep multiverse yang semakin berkembang di MCU, kemungkinan untuk melihat interaksi antara Tony Stark dan Doctor Doom menjadi sangat menarik dinantikan.
Downey Jr. sendiri terlibat secara mendalam dalam pengembangan karakter Doctor Doom, termasuk ide kostum dan latar belakang cerita. Ia dikenal sebagai aktor yang sangat mendalami perannya, dan persiapannya untuk peran villain ini tidak diragukan lagi akan menjadi luar biasa.
Kembalinya Robert Downey Jr. ke MCU sebagai karakter yang sangat berbeda dari Tony Stark, diharapkan bisa menunjukkan kemampuan aktingnya yang luar biasa.
Lingkaran Penuh dalam Karier
Ironisnya, sebelum memerankan Iron Man, Robert Downey Jr. pernah ditawari peran Doctor Doom di film lawas Fantastic Four (2005). Namun, karena berbagai masalah hukum yang dihadapinya saat itu, ia tidak dapat mengambil peran tersebut.
Kini, setelah melalui banyak liku-liku dalam kariernya, ia kembali ke karakter yang pernah ditawarkannya, menandai sebuah lingkaran penuh dalam perjalanan karirnya.
Meninggalkan Jejak yang Tak Terhapuskan
Dengan pengumuman ini, penggemar tidak sabar menanti bagaimana Downey Jr. akan menampilkan Doctor Doom, dan bagaimana karakter ini akan berinteraksi dengan Avengers yang sudah dikenal. Kembalinya dia ke MCU juga menjadi simbol bahwa tidak ada yang mustahil, bahkan bagi seorang aktor yang pernah mengalami masa-masa sulit.
Dengan sem...