Liputan6.com, Jakarta - Magnetic Resonance Imaging (MRI) dan Computed Tomography (CT) Scan bukan hal baru di dunia kesehatan.
Keduanya merupakan metode pemeriksaan medis untuk melihat kondisi organ dalam tubuh. Kemiripan ini membuat MRI dan CT Scan kerap dianggap sama. Padahal, menurut dokter spesialis radiologi RS EMC Alam Sutera, Ardra Christian Tana, keduanya memiliki perbedaan signifikan. Baik dari cara kerja, fungsi, hingga hasil pencitraan yang dihasilkan.
CT Scan adalah pemeriksaan medis yang menggunakan sinar-X dan teknologi komputer untuk menghasilkan gambar detail dari struktur dalam tubuh, seperti tulang, organ, dan pembuluh darah. Proses ini bekerja dengan mengambil gambar dari berbagai sudut dan menggabungkannya menjadi gambar tiga dimensi.
“CT Scan biasanya digunakan untuk mendeteksi cedera, tumor, perdarahan internal, atau masalah pada organ tertentu, seperti paru-paru dan hati,” kata Ardra mengutip laman EMC, Jumat (4/4/2025).
Sedangkan, MRI merupakan teknik pencitraan yang menggunakan medan magnet kuat dan gelombang radio untuk menghasilkan gambar detail dari jaringan lunak, seperti otak, saraf, otot, dan ligamen.
“Tidak seperti CT Scan, MRI tidak menggunakan radiasi sehingga lebih aman untuk pemeriksaan jangka panjang. MRI sering digunakan untuk mendeteksi gangguan otak, sumsum tulang belakang, sendi, serta penyakit pada organ dalam seperti jantung dan hati,” jelas Ardra.
Di Amerika, kanker paru-paru membunuh lebih banyak orang dibanding kanker lain. Namun penelitian kanker paru-paru tidak mendapat perhatian sebesar kanker jenis lain. Namun panduan baru Pusat Pengendalian Penyakit AS merilis panduan baru yang mungkin ...