Proses pemulangan kedua jenazah ini melibatkan penggalangan dana yang signifikan. Uya Kuya menyebutkan, "Banyak pihak terkait dalam kepulangan kedua jenazah ini, antara lain seluruh teman-teman PMI di seluruh dunia." Hal ini menunjukkan betapa pentingnya kolaborasi dan dukungan dari berbagai elemen masyarakat untuk membantu pekerja migran.
Selain itu, Uya Kuya juga mendapatkan dukungan dari anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H.M. Hasbullah Rahmad, yang merupakan Ketua Fraksi PAN Provinsi Jawa Barat. Dukungan ini sangat berarti dalam memfasilitasi proses pemulangan jenazah, sehingga keluarga dapat segera mengurus pemakaman dengan layak.
Uya Kuya dan timnya berkomitmen untuk terus melakukan kegiatan perlindungan bagi pekerja migran Indonesia. Mereka tidak hanya fokus pada pemulangan jenazah, tetapi juga membantu pekerja migran yang sakit, lumpuh, mengalami gangguan jiwa, dan menjadi korban penipuan. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya perhatian dan perlindungan terhadap pekerja migran yang berjuang demi masa depan keluarga mereka.
Sebulan yang lalu juga Uya Kuya dan para PMI yang di koordinir oleh Miss Yuni membiayai kepulangan jenazah PMI Taiwan yang meninggal sakit di Hongkong dan Taiwan. Sudah bbrp tahun terakhir ini orang tua Cinta Kuya dan Nino Kuya ini aktif di perlindungan pekerja Migran dengan memulangkan PMI2 yg sakit , lumpuh , koma sampai ODGJ dengan biaya pribadi.Yang pernah kita tahu juga 2 tahun yang lalu Uya Kuya pernah bersama Miss Yuni mengadvokasi puluhan PMI yg menjadi korban penipuan Love scammer di Hongkong dan Taiwan sampai pelakunya ditangkap oleh polda Jatim. Selain itu beberapa tahun terakhir ini Uya Kuya sering membantu korban2 TPPO (tindak pidana perdagangan orang) yang terjebak di Luar negeri seperti Myanmar , kamboja dan Philippina.
Uya juga menyarankan untuk migrasi yang aman, bekerja diluar negri harus menggunakan jalur yang resmi dan juga harus memiliki skill lewat pelatihan lembaga yang resmi agar negara bisa berperan penuh dalam perlindungan PMI saat ada masalah di tempat bekerja. Uya Kuya juga mengaku tiap hari menerima pengaduan PMI lebih dari belasan aduan perhari di Instagramnya.”Sebisa mungkin saya balas satu persatu” ujar Uya Kuya
Suami dari Astrid Kuya ini merasa terharu karna dalam pemulangan Jenazah kali ini banyak pihak yang ikut berdonasi juga. Hal ini memperlihatkan begitu eratnya solidaritas sesama pekerja Migran dan juga makin banyaknya tokoh2 aktivis yang semakin perduli dengan perlindungan Pekerja Migran.
“Partai Amanat Nasional (PAN) juga sekarang sedang ikut terlibat aktif dalam Revisi UU no 18 /2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. Ada beberapa point penting yang yang menjadi perhatian PAN agar perlindungan Pekerja Migran lebih Optimal” Ujar Uya Kuya.