Stroke dan Tingkat Pendidikan, Apakah Pendidikan Tinggi Kurangi Risiko Penurunan Kognitif?

1 day ago 2
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Liputan6.com, Jakarta - Stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terhambat atau ada pembuluh darah yang pecah, menyebabkan darah mengalir ke dalam otak. Kondisi ini bisa berakibat fatal dan merupakan salah satu penyebab utama kecacatan di seluruh dunia.

Di Amerika Serikat, sekitar sepertiga orang dewasa memiliki faktor risiko utama stroke, seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, merokok, obesitas, atau diabetes. Faktor lain seperti usia, jenis kelamin, etnis, dan genetika juga berperan, menurut CDC.

Setiap tahunnya, lebih dari 795.000 orang Amerika mengalami stroke—atau sekitar satu orang setiap 40 detik. Stroke merenggut sekitar 140.000 nyawa per tahun dan menjadi penyebab 1 dari 20 kematian di negara itu.

Benarkah Pendidikan Lebih Tinggi Dapat Melindungi Otak?

Selama bertahun-tahun, para ahli memperdebatkan apakah tingkat pendidikan yang lebih tinggi bisa membantu otak tetap tajam meskipun mengalami penuaan, cedera, atau penyakit.

Di tahun 2022, sebanyak 104 juta orang Amerika berusia 25 tahun ke atas memiliki gelar sarjana atau lebih tinggi—sekitar 37,7% dari populasi AS, menurut Biro Sensus. Hipotesisnya, semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, semakin lambat pula penurunan fungsi kognitif setelah stroke.

Namun, penelitian terbaru yang dipublikasikan di JAMA Network Open justru menemukan fakta yang mengejutkan.

Promosi 1

Studi: Pendidikan Tinggi Justru Bisa Mempercepat Penurunan Kognitif

Tim peneliti menganalisis lebih dari 2.000 pasien stroke antara tahun 1971 hingga 2019. Hasilnya, mereka yang memiliki gelar perguruan tinggi memang tampil lebih baik dalam tes awal pasca-stroke yang mengukur daya ingat, perhatian, dan kecepatan berpikir.

Namun, mereka justru mengalami penurunan lebih cepat dalam fungsi eksekutif seperti daya ingat dan pemecahan masalah dibandingkan dengan mereka yang hanya memiliki pendidikan menengah.

“Atrofi otak terjadi seiring waktu, terlepas dari tingkat pendidikan,” ujar peneliti utama, Springer, dilansir New York Post

“Temuan kami menunjukkan bahwa pendidikan tinggi memungkinkan seseorang untuk mempertahankan fungsi kognitif lebih lama. Namun, ketika cedera otak akibat stroke terjadi, mekanisme kompensasi ini bisa gagal, menyebabkan penurunan kognitif yang lebih cepat,” tambahnya.

.

Risiko Demensia Pasca-Stroke

Menurut American Stroke Association, sekitar 60% penyintas stroke mengalami masalah memori dan berpikir dalam satu tahun setelah stroke. Sepertiga dari mereka bahkan mengembangkan demensia dalam waktu lima tahun.

Penurunan kognitif ini bisa berdampak besar pada kehidupan sehari-hari—mulai dari kesulitan bekerja dan mengemudi hingga tantangan dalam hidup mandiri, berpikir, merencanakan, dan berkomunikasi, kata Dr. Nada El Husseini, profesor madya neurologi di Duke University Medical Center.

Untuk memahami lebih lanjut faktor-faktor yang memengaruhi risiko penurunan mental setelah stroke, tim peneliti juga meneliti alel ApoE4—penanda genetik yang dikaitkan dengan penyakit Alzheimer. Hasilnya, jumlah alel ApoE4 pada pasien stroke ternyata tidak berpengaruh terhadap hubungan antara pendidikan dan penurunan kognitif.

Yang lebih mengejutkan, jumlah stroke yang dialami seseorang juga tidak memengaruhi hubungan tersebut.

Apa yang Bisa Dilakukan?

Saat ini, pilihan pengobatan untuk mencegah atau memperlambat penurunan kognitif pasca-stroke masih sangat terbatas.

“Kami kekurangan perawatan yang bisa mencegah atau memperlambat penurunan kognitif dan demensia setelah stroke,” kata Dr. Deborah A. Levine, profesor penyakit dalam dan neurologi di Fakultas Kedokteran Universitas Michigan.

“Studi ini memberi wawasan baru tentang faktor-faktor yang memengaruhi penurunan kognitif pasca-stroke, serta membantu mengidentifikasi pasien yang berisiko lebih tinggi,” tambahnya.

Penelitian ini menegaskan bahwa meskipun pendidikan tinggi bisa membantu menjaga ketajaman otak, hal itu tidak selalu memberikan perlindungan jangka panjang terhadap dampak stroke. Oleh karena itu, menjaga kesehatan otak melalui pola hidup sehat tetap menjadi kunci utama dalam mencegah risiko stroke dan dampaknya di kemudian hari.

Read Entire Article