Liputan6.com, Jakarta - Mudik ke kampung halaman merupakan tradisi yang dinantikan banyak orang. Namun, perjalanan Panjang ke kampung halaman bisa menjadi tantangan tersendiri bagi tubuh. Salah satu masalah yang sering dialami para pemudik adalah nyeri otot, kram, dan kelelahan akibat duduk terlalu lama.
Lantas, bagaimana cara agar perjalanan tetap nyaman dan bebas nyeri otot?
Spesialis rehabilitasi medik konsultan muskuloskeletal, dr. Ibrahim Agung, Sp.KFR, M.S. (K), FIPM(USG) menjelaskan dalam podcas Siaran Sehat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bahwa ada beberapa tantangan utama yang dihadapi pemudik, terutama saat berpuasa.
Tantangan Mudik Saat Berpuasa
Menurut dr. Ibrahim Agung, tantangan pertama adalah dehidrasi.
"Dehidrasi ini selalu menjadi tantangan, karena bayangkan kita cairan yang masuk ke tubuh kita biasanya kurang, apalagi kalau kita hanya mengandalkan dari sahur saja untuk kita minum," ujarnya.
Perjalanan panjang yang ditempuh berjam-jam saat mudik Lebaran memperparah kondisi ini.
Tantangan kedua adalah kelelahan fisik dan penurunan energi.
"Kalau mudiknya lancar mungkin kita tidak terlalu lelah, tapi kalau sudah macet, kemudian juga menyetir dalam kondisi lelah, ini akan memperburuk kondisi tubuh," jelasnya.
Tantangan berikutnya adalah posisi tubuh yang statis dalam waktu lama, seperti duduk di mobil, kereta, atau bus selama berjam-jam.
"Inilah yang nanti akan menimbulkan ketegangan pada otot, kemudian juga bisa nyeri di leher, pundak, dan punggung," kata dr. Ibrahim.
Yang terakhir adalah kurangnya asupan makanan yang cukup saat sahur. "Cadangan energi di badan semakin berkurang, sehingga membuat kita lebih cepat merasa lelah," tambahnya.